Gunung pun menjadi tempat perenungan pribadi bagi Soe Hok Gie. Tak jarang perenungan-perenungan itu diejawantahkannya dalam berbait-bait puisi. Salah satu puisi hasil perenungannya yang begitu romantik berjudul Mandalawangi-Pangrango yang dia tulis pada 19 Juli 1966, ketika demonstrasi-demonstrasi mahasiswa menentang Presiden Sukarno sedang
atau tentang bunga bunga yang manis di lembah mandalawangi ada serdadu serdadu amerika yang mati kena bom di danao ada bayi bayi yang mati lapar di biangrang tapi aku ingin mati disisimu manisku setelah kita bosan hidup dan terus bertanya tanya tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu mari sini sayangku kalian yang pernah mesra,
Puisi Mandalawangi Pangrango Soe Hok Gie: Sendja ini, ketika matahari turun Ke dalam djurang djurang Baca Selanjutnya: Lirik Lagu Biarlah – Killing Me Inside, Tak Disukai Penciptanya Meski Melambungkan Killing Me Inside
IbPzI9Q. isf9pubxv1.pages.dev/150isf9pubxv1.pages.dev/262isf9pubxv1.pages.dev/15isf9pubxv1.pages.dev/330isf9pubxv1.pages.dev/177isf9pubxv1.pages.dev/93isf9pubxv1.pages.dev/91isf9pubxv1.pages.dev/127
puisi soe hok gie lembah mandalawangi